Minggu, 21 Juli 2013

Eforia Kaum Gay dalam novel GAYAGAY

 
 

Penulis : Dann Julian
Penerbit : Sinar Harapan
Bahasa : Indonesia
Tebal : 311 halaman
Harga : Rp. 39.500

Di sebagian negara-negara Barat yang mengklaim sebagai negara maju, telah merilis undang-undang yang memperbolehkan perkawinan sejenis. Apakah hal itu bisa terjadi di Indonesia? Masih jauh ‘kali, ya, di Indonesia? Tapi jika membaca novel GAYAGAY karya Dann Julian, begitu riuh rendahnya kehidupan kaum gay di Jakarta, maka bukan tak mungkin suatu saat pasti ada yang akan coba-coba mengusulkan untuk dibentuk undang-undang itu, meski akan dapat tantangan luar biasa. Terutama dari kalangan agamawan yang masih kuat dan dominan di Indonesia.

Bayangkan dalam novel ini, hampir di semua elemen masyarakat digambarkan terjangkiti kehidupan homoseksual. Sangat mengerikan. Orang bisa mengelus dada usai membaca novel yang diterbitkan oleh PT Sinar Harapan yang juga pernah sukses menerbitkan novel investigasi “Remang Remang Jakarta” karya Yuyu A.N. Krisna.

Dalam GAYAGAY terkisahkan Michael Tirtaarta, sang perancang busana yang kondang yang homoseksual. Lalu ada Jaya Suparno ( yang dalam kisah ini dipanggil Jay), seorang jurnalis yang mulanya baik-baik dan alim akhirnya menjadi seorang homoseksual. Bahkan Arti Vialli, seorang model yang terkenal ternyata menyimpan rahasia besar, ia lelaki. Meski ia public figure tak ada yang mengetahuinya kalau ia sebenarnya lelaki.

Lalu ada pasangan pemilik salon kecantikan “Cantika” , Santana dan Henry yang ternyata dua-duanya wanita, padahal selama ini orang mengira mereka bedua lelaki. Kedoknya ini bertahun-tahun juga tak terendus oleh komunitas homoseksual yang biasa hang out bersama di club gay di sekitar Mangga Besar Jakarta. Karena keduanya sering bergaya seperti lelaki.

Tidak sampai disitu, seorang ibu rumah tangga yang berkarier sebagai kepala marketing di sebuah club malam, bernama Maya, ternyata seorang biseks. Padahal dari luar Maya seorang ibu dan istri yang manis di kompleks rumahnya. Sama sekali tak menunjukkan ia kelainan seks.

Belum lagi para petinggi atau pemegang keputusan yang digambarkan di GAYAGAY berpesta pora dalam underground party dengan thema Movie Characters disebuah gedung pencakar langit di Jakarta, dan pesta itu tak terdeteksi, kecuali dari kalangan mereka sendiri. Mereka digambarkan sangat eforia. Sementara orang normal yang melihatnya mungkin prihatin. Sungguh dunia sudah edan dan terbalik.

Kisahnya pun rumit. Simaklah, Jay minta tolong kepada nara sumber dekatnya, Michael, agar Benny, (sahabatnya sekaligus calon adik ipar Jay) diberi pekerjaan. Michael menerima Benny sebagai karyawannya. Seiring dengan waktu berjalan, Benny sering diajak road show keliling Eropa oleh Michael, untuk study perbandingan dari rumah mode satu ke rumah mode yang lain. Disana akhirnya Benny ‘takluk’ kepada Michael dan lama kelamaan menjadi seorang homoseksual.

Namun Benny tetap mengawini Dinar (adik Jay), karena Jay dan Dinar tak mengetahui kalau dirinya kini homoseksual. Tapi begitu Dinar mengetahui Benny adalah kekasih Michael, Dinar yang kesepian melarikan diri dengan menjalin hubungan sesama jenis dengan Maya, tetangganya. Ketika hubungan Dinar dan Maya ini terbongkar, Jay marah bukan main kepada Benny, karena membuat adiknya menjadi lesbi. Ia minta Benny menceraikan adiknya. Dinar dan Benny pun bercerai.

Namun apa yang dibenci Jay berbalik kepada dirinya. Jay yang sudah lama berpacaran dengan Arti harus menelan ludahnya sendiri ketika tahu Arti sebenarnya lelaki. Tapi karena Jay “sudah terlanjur cinta” kepada Arti, sepasang kekasih ini meneruskan kisah cintanya yang ganjil. Dan ujung-ujungnya Jay menjadi homoseksual. Parahnya lagi, Jay “CLBK” ( cinta lama bersemi kembali).

Kepada siapa Jay CLBK? Jangan keget, ia “kembali’ lagi “bersahabat” dengan sahabat lamanya yang juga mantan adik iparnya, Benny. Kalau beberapa tahun sebelumnya keduanya bersahabat dalam arti sebenarnya, kini bersahabat sebagai pasangan homoseksual, dengan bumbu-bumbu cinta dan cemburu tentunya.

Bagaimana akhir kisahnya? Bisa dibaca sendiri. Cukup menarik. Bagi saya seorang wanita, sebelum membaca novel ini membayangkan bakal banyak menemui halaman-halaman yang menggambarkan suasana bercinta yang mesum. Karena itu sebenarnya sebelumnya terus terang saya agak risih – risih begitu membacanya.

Tapi ternyata setelah membaca tidak. Pengarangnya nampaknya memang tak memerlukan penggambaran mesum, karena ceritanya sendiri sudah kuat. Kalau pun sampai halaman-halaman percintaan, Dann Julian langsung meringkasnya dengan kalimat ”… singkat cerita….” dan langsung diganti topik. Malah dalam beberapa bagian dibuat sengat menyentuh perasaan.

Saya rasa novel ini member i warna tersendiri dalam kancah pernovelan Indonesia. Menyampaikan pesan moral tak harus membuat novel identik dengan brand bermoral. GAYAGAY juga punya pesan moral. Dari materi dan fakta kehidupan homoseksual itu sendiri mencuatkan keprihatinan yang mendalam.

PT Sinar Harapan sebagai penebitnya nampaknya ahli memilih novel sejenis ini. _Pada tahun 1996, penerbit ini pernah sukses menerbitkan novel investigasi “Remang Remang Jakarta” (pada tahun 1996) karya Yuyu A.N. Krisna, yang juga seorang wartawan, sama dengan Dann Julian. Bisa jadi GAYAGAY akan mengulang sukses “Remang Remang Jakarta”.  Aamiin :)

Layak untuk dibaca, baik wanita maupun pria.

Senin, 15 Juli 2013

Pemenang Kuis Gemes

Malem...teman-teman, wah ternyata sudah banyak juga yang nunggu pengumuman pemenang kuis gemes ya. Begitu banyak inbox yang masuk menanyakan kapan pengumumannya. Baiklah akan saya umumkan sekarang ya..dengan sedikit proses penjurian yang lucu oleh dua asisten kecilku.

Ceritanya ini adalah pengalaman pertama si kakak menjalankan ibadah puasa dan sekaligus hari pertama masuk sekolah dibangku SD. Kalau hari-hari sebelumnya bisa menjalankan puasa full satu hari karena masih libur sekolah dan hari ini begitu galau menunggu waktu buka. Sebentar-sebentar bilang,

"Mah kakak buatin susu donk!"
"Lho lupa ya...kan puasa"
"O..iya"

Kembali dia nyalakan TV, maen game sama adiknya dan melakukan hal lainnya yang sepertinya dia sudah mulai bosan. Kemudian saya ingat kalau ada janji mau memberikan pengumuman kuis gemes pada tanggal 15 Juli 2013. Akhirnya kuserahkan sepenuhnya tugas menentukan pemenang kuis gemes oleh kedua putriku yang dibimbing oleh suamiku. Merekapun senang seperti menemukan mainan baru. Dan bermain peran-peranan arisanpun dimulai haha..

Kakak sedang nulis nomor undian para peserta, smangattt..!!
 
 
Setelah menuliskan semua nomor undian peserta (via blog, facebook dan twitter) diatas kertas yang sudah disiapkan, kemudian nomor-nomor tersebut di gunting-gunting dan digulung seperti nomor undian untuk arisan PKK itu lho...hehe mereka senang sekali ini adalah pengalaman pertama bermain peran aris-arisan.
 
Habis diguntin, kemudian digulung-gulung. Gulung terus hehe..
 
 
Dan akhirnya sampailah pada tahap undian manual. Kumpulan gulungan kertas yang berisi nomor undian para peserta kuis gemes, dimasukan jadi satu gelas. Kemudian dikocok-kocok oleh suamiku merekapun diberi kesempatan untuk mengambil nomor undian bergantian sampai 8 nomor undian. Setiap mengambil dan memmbukanya tak lupa mereka catat nomor-nomor berapa saja yang terambil. Pasti deh tambah penasaran ya hehe... (sayang sekali yang ini tidak terdokumentasi olehku).
 
 
Terusss...untuk nomor undian yang terakhir yaitu ke-9, oleh suamiku akulah yang dipersilahkan mengambil gulangan kertas tersebut, sambil berkata..
 
 
"Ayo..sekarang mama yang ambil, kan mama yang punya gawe"
 
"Baiklah..."
 
 
 
Dan tarrrraaaa....inilah nomor-nomor undian yang beruntung terambil oleh tangan-tangan mungil bidadariku dan satu undian yang terakhir berhadiah tas laptop aku sendiri yang mengambilnya. (Berdasarkan urutan mengambil)
 
Untuk 5 pemenang yang berhasil mendapatkan satu eks buku RAINBOW bebas ongkir adalah :
 
1. Nomor undian 44
 
2. Nomor undian 7
 
3. Nomor undian  17
 
4. Nomor undian  43
 
5. Nomor undian 8
 
 
Dua Pemenang berhadiah voucher belanjan di OS Gerai Dhanays khusus untuk pembelian produk flanel. Ongkos kirim ditanggung sendiri ya :)

6. Nomor undian 22
7. Nomor undian 48
 
Satu pemenang berhadiah kaos flanel family (ongkir ditanggung pemenang) adalah,
8. Nomor undian 23
 
Dannn...pemenang utama tas laptop (ongkir ditanggung pemenang) adalah,
9. Nomor undian sepuluhhhh....!!!
 
"Lho kok tidak terambil nomor undian 9 sih" celetukku reflek saat membuka nomor undian yang kuambil. Kelebihan dikit hehe...
 
Eh ya ada satu hadiah tambahan buat peserta yang saya perhatikan sering sekali share info kuis gemes kepada teman-teman yaitu Wydia Neva, selamat ya kamu berhak mendapatkan voucher pulsa Rp. 25.000,00. Terima kasih sudah bantu share info kuis gemes sebanyak-banyaknya :)

Saya ucapkan selamat bagi para pemenang kuis gemes dan tidak perlu kecewa bagi yang belum menang. Semoga bisa ngadain event seru-seruan lagi bersama teman-teman ya hehe..

Bagi para pemenang mohon kirim data diri berupa, nama, alamat lengkap dan no hp. Khusus pemenang voucher pulsa kirimkan no hp saja ya. Semua data diri kirim via email ke zulzilah.arth@gmail.com
 
Update finalpeserta kuis gemes sekaligus sebagai nomor undian yang diikutkan. Jadi kalau inigin melihat siapakah pemilik nomor undian pemenang diatas silahkan klik disini 
 
Sekali lagi saya ucapkanbanyak terima kasih kepada teman-teman semua untuk partisipasinya mengikuti kuis gemes ini, terima kasih untuk doa-doanya indahnya yang telah terucap. Semoga Allah mengijabahnya, aamiin.
 
 



Jumat, 12 Juli 2013

Update FINAL peserta kuis gemes

Bagi yang belum terupdate silahkan komen ya, sebelum ditentukan pemennagnya :)Terima kasih untuk partisipasinya ya temna-teman. Tunggu pengumumannya tanggal 15 Juli 2013

1. Peserta via blog


1. Ria Hidayah
2. S. Mursalim (NoorSalim Hs)
3. Karunia Sylviany
4. Ayuni Adesty
5. Helda Fera Puspita
6. Neti Suriana
7. Rahel Lasmaria SimboLon
8. muhammad lefand
9. AnisaAe Kepompong
10. Ae Publising
11. Minto Ae
12. Vanisa Desfriani
13. Zyan Raka
14. Dyah Rizky
15. Zefri ana
16. meylla helmisyah
17. Wulan Habibuw
18. Narsa Bahsin
19. vera astanti
20. Dwi Aprily 
21. Dany Widiarto
22. nur azizah perwitasari
23. Agustinadian Susanti
24. fairy fari
25. HAERIAH SYAMSUDDIN
26. Shyshe_Princess
27. Rumah Kreatifitas
28. Coretan Sederhana
29. yuli astuti
30. Elisa Karamoy
31. Riski Fitriasari
32. Lita Alifah
33. Izzatul-Millah
34. Aby-ismail
35. Siska Sugiarso
36. Leli Erwinda
37. Nadiya Fidini
38. Hanifah go
39. Arlin Safitri
40. DP Wahyuni
41. Midha's Blog
42. Wiwin Kuswinarti
43. Arga Litha
44. Anggita Nurindah Kusuma
45. wie wy
46. Lembayung Biru14 
47. Ma Ziyya
48. Intan Munik Azibah
49. Sofhy Haisyah
50. Oktavia Nurul
51. Mohammad Abdurrohman
52. Nayla Aidilla Sambas
53. ailina85
54. Muhammad Rifqi Saifudin
55. Muhammad Rifqi Saifudin
56. Dwi Cahya Ningsih
57. AlexaaxoxoVia


Facebook dan Twitter

58. Bonita Irfanti
59. Ervina Vina S
60. Yuli Astuti
61. Shofi Isnain
62. @amma_chemist
63. @Lutfia_Nurul

Sabtu, 06 Juli 2013

Adi

            “Pa, aku bahagia. Setelah beberapa kali gagal akhirnya Tuhan mengijinkan kita menimang anak juga” ucap Ratri sambil membetulkan perban yang membalut kedua matanya.

“Iya Ma, cepat sembuh ya” jawab Anton sambil menyuapkan nasi ke mulut Ratri

“Terima kasih Pa, ingin rasanya segera melihat putra kita”

“Sabar Ma, dia sedang di ICU.

“Gimana kondisinya Pa?”

“Adi semakin membaik”

 “Adi, jadi nama bayi kita Adi Pa?”

“Iya ma, aku memberinya nama Bagus Abadi. Menurut Mama?”

“Apapun pilihan papa, mama setuju saja Pa”

“I love you ma” ucap Anton sembari mengcium punggung tangan Ratri yang penuh  jarum infus.

“I love you too Pa” balas Ratri sambil mengusap kepala Anton

***

“Bagaimana keadaan istri saya Dok, kapan boleh pulang?”

“Kesehatan istri bapak sudah membaik, besok sudah boleh pulang”

“Syukurlah. Tapi Dok kenapa tadi saat perban matanya dibuka, tidak ada reaksi terhadap cahaya senter yang diarahkan?”

“Itulah Pak yang akan saya sampaikan. Istri Bapak mengalami kebutaan karena memaksakan diri melahirkan secara normal dengan kondisi mata minus yang tinggi”

“Ya Tuhan, jadi istri saya buta? Tidak bisakah disembuhkan lagi?”

“Selama menangani kasus seperti ini, selama ini pula belum ditemukan obatnya Pak”

Anton begitu terpukul mendengar vonis tersebut, dia belum tahu bagaimana menyampaikan berita itu kepada Ratri, wanita yang sangat dia cintai melebihi apapun hingga dia rela mengorbankan apapun demi kebahagiaan istrinya.

***
“Pa, papa ya?” tanya Ratri saat mendengar pintu kamarnya berderit

“Iya Ma, maaf papa masuk tanpa mengetuk pintu”

“Ah papa...tidak apa lagi, memangnya bik Inah harus mengetuk pintu segala” jawab Ratri setengah bercanda.

Ada bulir hangat menetes dipipi Anton saat melihat senyumnya yang begitu manis, namun dia harus menatap gelap semua isi dunia.

“Jadi kalau bik Inah harus mengetuk pintu ya?” tanya Anton sambil mendekatkan bibirnya ditelinga Ratri setengah mencium mesra dan menyembunyikan sebongkah kesedihan yang dalam.

“Pa kenapa mama tidak bisa melihat? Mama ingin melihat Adi, melihat saat dia menangis. Tidak hanya mendengar dan merabanya saja.

“Guggg” serasa ada tangan raksasa yang meninju dada Anton hingga membuatnya sesak dan susah bernafas karena pertanyaan itu. Namun begitu, Anton tetap berusaha untuk bersikap tenang dihadapan istrinya.

 “Sabar ya Ma, nanti kalau obatnya sudah habis. Mama juga bisa melihat lagi”

Oek..oek..oeeek... terdengar tangisan bayi dari samping kamar mereka

“Pa, Adi menangis...aku ingin megendongnya, tolong ambilkan Adi untukku”

“Tenang saja Ma, mungkin sedang dimandikan bik Inah habis mandi biasanya tidur.

***

Hari berganti, minggu berlalu, bulan demi bulan Anton lalui dengan terus bersandiwara dihadapan Ratri tentang kebutaan dan hal lainnya. Anton tidak berani, tidak tega menyampaikan berita yang sesungguhnya karena tidak ingin membuat Ratri terpukul dan hampir gila seperti kehamilan-kehamilan sebelumnya yang selalu gagal karena rahimnya begitu lemah.

“Selamat pagi mama, saatnya mompa ASI?”

“Eh papa, mengejutkan saja, kok papa yang membantu mama mompa ASI. Bik Inah mana?

“Bik Inah sedang nyuapi Adi. Nah habis makan biasanya Adi minum ASI kan. Kali ini kata Adi mau ASI yang fresh dari mama, tidak mau yang dari frezzer hehe..”

“Ooo begitu ya, jadi Adi sudah bisa ngomong. Eh papa kok tidak kerja?”

“O iya..anak papa kan hebat. Iya ma, papa ambil cuti.

“Oh..terima kasih Pa”

“Kembali kasih mama sayang” jawab Anton sambil mulai memompa ASI istrinya bergantian dari payudara kanan dan kiri.

 “Pa, kalau memang Adi mau ASI yang fresh dari mama kenapa mama tidak pernah diijinkan untuk menyusui Adi”

“Emm...anu itu Ma, menurut dokter kalau mata mama sudah bisa melihat lagi baru boleh menyusui Adi”

“Kenapa begitu Pa?”

“Maaf Ma, papa juga tidak tahu. Pasti dokter punya alasan sendiri dan semua demi kebaikan mama dan Adi”

“Pa, mama ingin menyusui Adi, ingin merasakan hisapan bibir mungilnya”

“Baiklah, kalau itu keinginan mama”

***

“Bik Inah mana Adi?”

“Maaf Tuan, aku telah menghanyutkan mumi bayi itu dan membakar semua kaset tangisan bayi palsu.

 

Jumat, 07 Juni 2013

Kuis Gemes

Hai teman semua gimana kabarnya, semoga tetep asyik ya hehe...
Karena suka bisnis, nulis dan berburu kuis jadi banyak teman dari beberapa grup nulis, bisnis dan kuis. Nah dalam rangka memperingati hari ulang tahun bisnis online shopku yang ke 4 pada bulan Agustus, ulang tahun berburu hadiah lewat kuis yang ke 3 di bulan Agustus dan sekaligus ulang tahun ke-1 selama terjun di dunia nulis....sungguh tahun-tahun pertama terjun ke dalam tiga dunia bisnis, nulis dan kuis ini tidak pernah kulupa. Banyak sekali suka dan duka di dalamnya. Sungguh senang bertemu dengan teman-teman dumay yang sangat luar biasa saling menguatkan dan tepuk pundak untuk menyemangati :')

Oleh karena itu, aku ingin berbagi sedikit yang kupunya dan kuperoleh dari hasil nulis,bisnis dan hadiah kuis. Karena hadiahnya hanya ada 9 sementara temanku ada banyak, maka cukup adil ya bila aku adain kuis kecil-kecilan. Kuis ini ku beri nama kuis gemes karena kuisnya memberi poin GEMES pada foto keponakanku yang sedang ikut lomba di Sejuta Anak Refanes. Kuis berlangsung mulai sekarang sampai dengan tanggal 1 Juli 2013.

Nah aturan kuisnya sebagai berikut :
1. Like fanpage online shopku ya di Gerai Dhanays

2. Kasih poin GEMES pada foto ponakanku yang bernama Ajeng Wulan Ramadani. setelah klik nama itu kemudian klik tombol biru LOG IN yang ada di sudut kiri bawah. Kalau sudah terhubung dengan facebook kemudian beri poin gemes dengan klik tombol merah panjang yang ada dibawah kolom komentar. dengan gambar seperti ini.


Setelah klik tombal tersebut pastikan poin gemes bertambah.

3. Jika sudah like FP Gerai Dhanays dan memberi poin gemes, kemudian komen di bawah info ini dengan format :

Like FP Gerai Dhanays --> sudah
Kasih poin gemes --> sudah dan tuliskan angka ke berapa anda memberikan poin gemes ( sudah gemes ke 3)

4. Akan diambil 9 pemenang berdasarkan undian, jadi nama Anda yang sudah masuk di komen sini dengan format benar akan masuk dalam daftar undian.

5. Hadiah sebagai berikut

Tas laptop merk tracker, bisa buat tempat laptop ukuran 12" sampai 14". Bisa jadi tas punggung dan ada tali slempang. insya Allah keren deh hehe.. Ini nih penampakannya
 
 
 
Hadiah kedua kaos kreasi flanel untuk keluarga ( bapak, ibu dan 1 anak) jadi dapat 3pc kaos ya dan warna putih. Tidak ada pilihan warna lainnya. Ini contoh foto kaosnya ya...tapi bukan ini lho
 
 
 
Hadiah ke tiga dan ke empat adalah voucher belanja di OSku gerai dhanays masing-masing Rp. 50.000,00 dan hanya bisa dibelanjakan untuk semua produk kreasi flanel ya :)
 
***untuk hadiah tas, kaos dan hasil belanjaan dengan voucher gerai dhanays ongkir di tanggung pemenang ya...
 
 
Kemudian 5 hadiah berikutnya adalah buku RAINBOW untuk lima pemenang masing-masing 1 eks buku Rainbow bebas ongkir.
 
 
 



"Dua puluh orang penulis, dari berbagai tempat di Indonesia, berkolaborasi apik dalam sebuah buku : Rainbow"

" Rainbow, berisi dua puluh Flash Fiction dengan ending yang tak terduga. Antologi karya fiksi yang sangat singkat. Mengajak pembaca menyelesaikan cerita jauh dari perkiraan. Dengan kisaran kata yang terbilang ringkas, antara 450 hingga 750 kata"

Kisah-kisah yang sederhana namun sering menyesatkan. Lantas menawarkan akhir yang tak terduga. Memaksa pembaca tak bisa melepas  Rainbow, hingga seluruh cerita habis dilumat. Terpana dan berkomentar, "Gile, gak nyangka!""
 
 
Satu hal lagi, dengan mendapatkan buku ini, berarti teman-teman berhak untuk mengikuti proyek penulisan FF yang kedua dari penerbit Rinra. Berikut TC nya :
 
 
Dicari : 20 Naskah Flash Fiction Untuk Dibukukan!

Syarat-syarat pengiriman naskah sebagai berikut :

 1. Tema FF (pilih salah satu) : cinta, perjuangan hidup atau misteri/horor;

2. Boleh kisah nyata sendiri, terinspirasi dari kisah nyata teman, atau murni fiktif (rekaan);

3. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang benar dan komunikatif;

4. Naskah yang diikutkan karya asli (bukan jiplakan, terjemahan atau saduran), belum pernah dipublikasi dalam bentuk apa pun dan tidak sedang disertakan lomba serupa;

5. Naskah ditulis dalam format word;

6. Panjang FF 450 hingga 750 kata;

7. Twist ending (akhir yang mengejutkan);

8. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 naskah;

9. Cerpen dikirimkan dalam "lampiran" berupa file WORD, jadi bukan di badan email. Biarkan badan email tetap kosong;

10. Email diberi judul Namama spasi judul Flash Fiction misalnya: "Alexandra spasi Dirimu Di mana?".

11. Kirimkan naskah Anda ke email : rinra.publishing@gmail.com

12. Naskah dikirim bersama surat pernyataan keaslian naskah, identitas KTP/Kartu Pelajar/Paspor/SIM/Kartu Keluarga (Pilih salah satu), foto diri pose bebas, profil singkat, beserta no HP dan alamat lengkap.

13. Memiliki buku Rainbow : 20 FF Twist Ending, terbitan Rinra Publishing

Info Pemesanan Rainbow

Segera rilis, Rainbow ; 20 FF Twist Ending!

Rainbow, antologi Flash Fiction yang unik. Singkat. Mengejutkan. Kisah-kisahnya sederhana. Namun, anda harus menuntaskannya untuk bisa tahu akhirnya.
Pre-Order Rainbow , dengan Special Price Rp. Rp. 38.511 free ongkir ke seluruh Indonesia.

Untuk pemesanan, sebagai berikut :

• Transfer ke : Mandiri, no.rek : 1360011146286 a/n : Sugiyanti

• SMS Konfrimasi transfer ke : 085640401991 dengan menuliskan alamat dan kode transfer 38.511

• Nama lengkap, Alamat pengiriman buku, No telp yang bisa dihubungi, no bukti transfer ke rekening
20 Penulis yang karyanya dibukukan, akan mendapatkan royalti bersama : 40%.

• Naskah diterima paling lambat 6 Agustus 2013. Namun naskah yang dikirim lebih cepat, lebih disukai.



Nah...cukup jelas kan, jadi kuisnya hanya like FP GERAI DHANAYS dan kasih POIN GEMES. Yuk jangan lupa ikutan ya...

**Sedikit tambahan bila telah share info ini (mengajak teman utk ikutan) di jejaringan bisa FB, twitter atau blog dll. Silahkan tulis juga di komentar kalau sudah share via apa dan teman-teman berhak mendapat 2 peluang undian (jadi namanya di update peserta nanti diikutkan 2 ya...)

Kamis, 02 Mei 2013

Aku



Aku adalah rindu yang gigil
dan terus merinduimu, tetapi tuanku mengingkarinya
Aku adalah cinta yang suci tulus murni dan sempurna
tetapi tuanku tidak mau mengakuinya
Aku adalah peri pemaaf
yang selalu memberikan maaf sebelum kau meminta maaf atas salahmu
lagi-lagi tuanku tidak mau berdamai denganku
Aku adalah asih yang ingin mengasihimu setiap saat
Aku adalah merpati putih yang akan setia padamu sepanjang hayat
Kami adalah rindu, cinta, maaf, asih dan merpati putih yang bertuan sadis dan jahat
Tolong-tolonglah kami dari belenggu jeruji yang memenjarakan kami
Kami ingin bebas dan melakukan yang terbaik, bukan atas titah tuanku yang tidak baik

Rabu, 03 April 2013

Cinta dalam Diam

Alhamdulillah telah terbit antologiku yang ke-6
Spesifikasi buku sebagai berikut :

Judul : Antara Aku dan Dia
Pengarang : Muhammad Dede Firman – Nira Kunea, dkk
Ukuran : 14 cm x 20 cm
Tebal : vi + 166 hlm
Harga : 40.000
 
SINOPSIS :


 Nea
Ya. Aku menyukainya. Lelaki yang bernama Andy itu. Bukan karena dia tampan, ataupun kaya, tetapi lebih kepada chemistry yang aku rasakan ketika aku berada di dekatnya. Seharusnya, dia tahu kalau aku menyukainya.
Lewat pertanda yang kuberikan padanya.
Caraku menatapnya. Caraku berbicara padanya.
Memang, aku sering bersikap lain kepada orang yang aku suka. Bukan jaim, tapi sepertinya memang lebih kepada salting. Jantungku bisa tiba-tiba berdebar keras sekali saat berada di sampingnya. Ada rasa yang bergelenyar hangat di dalam hati. Rasa yang membuatku nyaman.
Namun, ada satu hal yang belakangan baru aku sadari. Dia ternyata masih memanggilku kakak.

 ***

 Andy
Kakak.
Entah mengapa, ada yang sedikit janggal dengan kata itu. Mungkin, aku menganggapnya begitu karena aku terlalu ingin menambahkan embel-embel ‘sayang’ di belakangnya.
Kakakku sayang.
Ah, seandainya itu bisa jadi nyata. Aku tidak tahu apakah dia juga suka padaku atau tidak. Memang, sebagai seorang laki-laki, aku terlalu pengecut untuk menyatakan cinta terlebih dahulu.
Aku takut kalau dia tidak menerimaku.
Sebagai seorang laki-laki, aku tergolong orang yang sulit untuk memberi pertanda kalau aku suka padanya. Selama ini, aku hanya bisa tersenyum saat bertemu dengannya. Merasakan nikmatnya debaran di jantungku saat aku bersamanya.
Mengiriminya pesan.
Memberinya perhatian ….
Tapi, apakah itu sudah cukup untuk memberinya pertanda, kalau aku suka dengannya?


Bagaimana kalau sebuah cerpen ditulis oleh dua orang? Sulit gak sih? Bagaimana hasilnya? Baca buku ini dan lihat karya-karya mereka.

 
 
Cinta Diam
By : Danang Kurniawan & Zulzilah Arth 
SLTP N 6 SEMARANG, disinilah pertama kali aku melihatnya dalam satu kelas yang sama yaitu 1F, kira-kira tahun 1994. Dari segi prestasi memang aku bisa dibilang lumayan cerdas, buktinya meskipun aku berasal dari SD di kampung (Solo, Sukoharjo) aku bisa masuk di SLTP N 6, salah satu SLTP favorite di Semarang. Dia biasa dipanggil  Danang, dia tergolong siswa pandai, selalu mendapat peringkat pertama selama 6 tahun duduk dibangku SD. Sedikit kontras denganku, yang hanya berjuang dengan nilai rata-rata kelas saja.
Kehadirannya mampu mengusik hatiku, rambutnya yang tebal dan indah, yah..aku benar-benar terpesona dengan rambutnya yang anggun melindungi otak cerdasnya, itulah awal aku naksir dia. Inilah cinta pertamaku, muncul dibangku SLTP kelas satu. Dia suka duduk di baris kedua dari depan, mudah saja bagiku untuk memilih tempat agak lebih dibelakangnya, supaya aku bebas mencuri pandang tanpa sepengetahuannya. Aku, mulai menjadi pengagum setianya. Aku, ingin selalu bisa di dekatnya.
Sejak saat itu aku bagaikan detektif yang sedang memata-matai mangsa. Aku selalu ingin tahu apa saja yang dia kerjakan di sekolah seperti, kegiatan ekskul apa saja yang dia ikuti. Bahkan aku beranikan diri bertanya pada guru olahragaku yang terkenal killer, apalagi terhadap murid yang kurang pandai berolahraga seperti aku, demi mencari informasi ini. Segala hal tentangnya menjadi penting bagiku. Warna favoritenya, yang belakangan aku tahu ‘ungu’, warna yang kurang lazim disukai oleh cowok menurutku, hobbynya, yang ternyata membaca komik seperti adikku yang paling kecil, jadwal dia datang dan pulang sekolah sudah kuhafal. Pokoknya semua tentang dia harus kuketahui. Kenapa harus begitu? Karena aku cinta. Dan cinta itu mulai bersemi dihatiku, tanpa sepengetahuannya. Aku sudah berhasil mendapatkan nomor telepon rumahnya tapi aku tidak berani untuk menghubungi, meskipun sudah berdiri di depan telepon umum koin waktu menelpon teman-teman, giliran menekan nomor teleponnya begitu berat mengerakkan jari-jari ini, seperti mati rasa saja. Beku.
Aku benar-benar terpesona olehnya. Aku suka cara dia mengangkat tangan sebelum menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru biologiku. Entah hanya perasaanku saja atau gayanya memang elegan, ibarat sniper dia seperti sedang mengokang senapan siap menghabisi lawannya. Aku kagum cara dia menjawab pertanyaan, ekspresinya tenang dan santai namun bisa menjawab dengan benar. Aku senang memperhatikan cara dia mengerjakan soal-soal matematika dipapan tulis. Tiap maju untuk menjawab soal di papan tulis dia tidak berbekal catatan apapun seolah-olah dia terlahir untuk menjawab soal itu, dengan tangan kiri disaku celananya adalah khas gayanya yang sering membuatku tersenyum.   Aku suka cara dia mengejar bola basket, dribble, seolah-olah bola itu ibarat bagian dari tangannya, begitu lekat sehingga begitu sulit bagi lawan untuk merebutnya dan kemudian dengan mudahnya dia berhasil  memasukkan bola itu kedalam ring basket karena posturnya yang cukup tinggi, 182cm. Akibat hobby basketnya itu beberapa kali kacamata minusnya pecah kena bola atau mungkin terjatuh saat bertabrakan dengan lawan, memang meski tinggi dia termasuk kurus dibandingkan semua lawannya yang tegap dan besar.
Meskipun aku tidak suka basket, karena ada dia, aku jadi suka memperhatikan anak-anak ekskul basket karena ingin melihat dia tanding atau sekedar latihan. Aku sendiri memilih paskibra yang kebetulan jadwalnya bareng sama basket. Setiap selesai latihan paskibra kadang aku sengaja pura-pura berlama-lama dilapangan agar terus bisa melihatnya entah sekedar membetulkan tali sepatu, membereskan peralatan atau apa sajalah asal bisa memandangnya lebih lama, asal bisa di dekatnya lebih lama. Dari sinilah aku tahu kalau dia selalu pulang paling terakhir untuk berlatih sendiri. Ini moment terbaik yang selalu kutunggu, hanya ada dia, aku dan bola basket dilapangan luas menjelang sunset. Itulah kebersamaan kami.
Kuperhatikan semuanya tak luput sedikitpun dari pengawasanku. Dan hasilnya aku makin jatuh cinta saja sama dia si empunya pemilik rambut bagus, kulit putih, hidung mancung, mata sipit, bibir tebal seksi dan otaknya yang cemerlang. Mungkin ini yang  membuat dia makin banyak ‘penggemar’, makin bikin aku cemburu, makin membuatku mengubur lebih dalam cintaku. Aku sadar, aku bukan satu-satunya penikmatnya. Aku cukup tahu diri. Aku tetap diam dalam cinta dan cemburu ini. Biarlah kusimpan sendiri sambil berharap suatu saat benang waktu yang akan menterjemahkannya. Sekarang, cintaku cukuplah kubungkus dalam diam kuikat dengan pita doa. Hanya aku, Tuhan dan tinta pena dalam diaryku saja yang tahu. Aku diam dalam sadarku, aku hanyalah salah satu dari puluhan pungguk yang merindukan cahaya rembulan dari dia.
◦○◌☼◌○◦
“Mamaaah...!! Sini Mah, coba lihat...!!,” sebuah teriakan gadis muda membuyarkan kenanganku. Segera kurapikan peralatan makan yang sedang kusiapkan, masih dengan sedikit senyum. Ah..masih saja aku teringat hal itu. Bergegas aku menuju asal suara itu.
Dari sela-sela jendela depan, kulihat ada sesosok bidadari kecil. Sambil perlahan kunikmati wajahnya. Cantik. Aku tertegun di pintu rumahku, terkesiap. Bayangan cinta diam yang telah lama kubungkus itu terkuak kembali. Paras wajahnya, agak kabur, tapi aku yakin itu pasti dia. Jantungku bergetar.
“Mamah, ayo Mah. Lihat itu Mah...!,” kembali suara itu menyeruak. Semakin mengaburkan bayangnya, beralih menjadi halaman depan rumahku. Kulihat bidadari kecil itu masih berada di tempatnya. Wajahnya riang. Seriang melati di tetes hujan pertama kali. Sesekali meloncat-loncat kecil kegirangan.
Aku merasa tanganku terseret, sedikit terhuyung. Ada yang menarikku. Satu lagi bidadari menggamit tanganku. Setengah berlari menarikku. Aku berhasil menjaga keseimbanganku. Kuputuskan untuk mengikuti saja kemauannya. Pelan kuikuti kemana tarikan itu membawaku. Di belakang kudengar langkah-langkah kecil. Ternyata bidadari kecil yang pertama setengah berlari mengikutiku. Seperti memastikan agar aku tidak berusaha melarikan diri, “Apa mau dua makhluk ayu ini?,” pikirku. Mereka membawaku ke samping rumahku. Langkah kami pelan-pelan terhenti. Tanganku sudah dilepaskan, tapi aku tak hendak melangkah pergi. Entah kenapa, aku ingin tahu alasan mereka membawaku kesini. Aku penasaran, apa yang berani membuyarkan kenanganku. Kulihat mereka celingukan. Seperti ada yang hilang. Aku masih belum hendak untuk beranjak.
Sesaat kemudian semuanya gelap. Ada yang menyergapku dari belakang. Aku bisa merasakan makhluk ini jauh lebih besar dari dua bidadari itu. Sekilas kudengar tawa kecil mereka. Setengah tertahan. “Jebakan.!!” Aku benar-benar tak menyangka. Kucoba untuk berontak, tapi terlambat, satu tangannya berhasil mengunci pergerakan kedua lenganku. Akhirnya aku hanya bisa pasrah. Kini aku dipaksa mengikutinya, aku berjalan mundur, kebalikan dari datangku tadi. Aku merasa dibawa masuk ke suatu bangunan, aku tahu ini karena sengatan panas matahari tidak kurasakan lagi di kulitku. Perlahan, kurasakan tanganku mulai bisa bergerak. Lengannya mengendur. Siluet-siluet cahaya berebutan masuk ke kelopak mataku. Kukerjap-kerjapkan mataku. Dia melepaskan tangannya dari wajahku. Sekilas, kulihat ada yang menarik perhatianku di telapak tangan itu. “Cincin pernikahanku!!” Aku yakin itu. Darimana dia mendapatkannya, heranku. Kuraba jari manis tangan kananku, masih ada. Kelegaan mulai menghampiri batinku. Ditambah telah bebas dari gelap, makin meningkat keberanianku. Masih kudengar tawa bidadari-bidadari kecil itu. Awas pikirku, kalian yang menjebakku. Tapi kutahan dulu niatku. Mudah saja mengurus mereka nanti. Aku mulai memikirkan apa yang harus kuperbuat dengan sosok yang menyergapku. Kurasakan dia masih berdiri diam di belakangku. Akhirnya nekat, kupaksakan diriku untuk berbalik.
“Wajah itu...!!, bukan...ini bukan bayangan ini. Ini lebih jelas. Ini nyata..!!,” Otakku berputar, jantungku berdegup kencang. Dia harusnya tidak berada di sini. Tidak mungkin.
Perlahan dia mendekatiku sambil angkat bicara, “Selamat Ulang Tahun, Cin...,” kecupannya mendarat di keningku. Kecupan yang hangat dan berat. Kecupan yang benar-benar membawa seluruh kesadaranku kembali. Lututku melemas, semua hal ini terlalu bertubi-tubi. Tapi aku tidak terjatuh, tangan yang tadinya menyergapku, kini tangan ini yang membantuku. Perlahan mendudukkanku. Tangan itu, tangannya..!! jadi... keterkejutanku hanya dibalas senyuman olehnya. Senyumannya yang membawaku kembali ke dunia nyata. Aku yakin aku sudah membungkus cinta diam ku. Rapi, sangat rapi. Kecupan itu, senyuman itu...bukan...itu bukan cinta diamku. Itu cinta sejatiku. Kubalas senyumannya. Belum sempat kubalas kecupnya, dua bidadari kecil tadi sudah memburuku dengan kecupan di masing-masing pipiku. “Selamat Ulang Tahun Mamah...” kupandang ke kiri dan kanan. Kualihkan pandanganku kembali ke depan. Kali ini aku tahu apa yang harus kulakukan untuk membalas perbuatannya tadi. Aku juga yakin pasti dia otak dari semua kejadian ini. Dia selalu menggunakan kecerdasannya untuk mengejutkanku. Kujulurkan kedua lenganku memeluknya. Kubelai rambut hitamnya, yang selalu membuatku kagum dengan keindahannya Kukecup pipinya. Sebagai ucapan terima kasihku. Aku tahu itu belum cukup, tapi aku yakin dia cukup paham bahwa aku benar-benar bahagia.
Dia memang cinta sejatiku. Bukan cinta diamku. Ungu bukan warna favoritnya, tapi itu warna favorit kami. Aku tak perlu menghafal lagi kapan dia berangkat dan pulang, karena pasti aku yang kini mengantar dan menyongsongnya. Dia bukan orang yang aku tak punya keberanian untuk menelpon dulu, tapi dia orang yang tidak membiarkanku menelponnya. Ya, karena dia selalu mendahuluiku. Dia bukan pemain basket yang gesit, tapi dia cukup gesit untuk seringkali membuatku terkejut. Bahagia. Dia bukan cinta diamku. Cinta diamku masih terbungkus rapi. Hanya saja, pita doa itu sudah tidak berada di tempatnya lagi. Tuhan mengabulkan doaku. Menjadikanku selalu dekat dengannya, menjadikannya suamiku. Plus, mungkin sebagai bonus atas kesabaranku menunggu selama hampir sepuluh tahun, Tuhan juga memberiku dua bidadari kecil, putri-putriku. Cinta diamku, tetaplah cinta diam. Sekarang, aku sudah cukup dengan cinta sejatiku saja.