“Ya Tuhan, akhirnya
hari yang kutakutkan datang juga”
“Ririn cinta monyet
sekaligus cinta pertamaku. Sementara Marni adalah perempuan baik pilihan ibu,
bolehkah aku memiliki semuanya?”
“Seandainya Tuhan
mengijinkan, apakah mereka bersedia?”
Begitu banyak
pertanyaan bermukim dikepala Roni yang semua tidak terjawab olehnya.
Roni menghempaskan lembaran itu ke lantai. Marni terdiam melihat Roni yang tampak gelisah.
Roni menghempaskan lembaran itu ke lantai. Marni terdiam melihat Roni yang tampak gelisah.
"Tidak, jangan
sekarang. Kasihan Ririn jika dia tahu tentang ini semua." Ucap Roni pada
dirinya sendiri.
“Kemudian sampai kapan
kamu menyembunyikan ini dari Ririn?”
“Entahlah”
***
Sehari kemudian Ririn
berkunjung ke rumah Marni sahabatnya. Betapa terkejutnya Ririn saat mendapati
mereka sedang mengisi nama para undangan diatas lembaran-lembaran dengan nama
mereka bersanding indah di dalamnya. Ririn tidak percaya dengan
pengelihatannya, ya atas pengkhianatan bertubi dari orang-orang yang dia
cintai.
139 kata