Jumat, 07 Juni 2013

Kuis Gemes

Hai teman semua gimana kabarnya, semoga tetep asyik ya hehe...
Karena suka bisnis, nulis dan berburu kuis jadi banyak teman dari beberapa grup nulis, bisnis dan kuis. Nah dalam rangka memperingati hari ulang tahun bisnis online shopku yang ke 4 pada bulan Agustus, ulang tahun berburu hadiah lewat kuis yang ke 3 di bulan Agustus dan sekaligus ulang tahun ke-1 selama terjun di dunia nulis....sungguh tahun-tahun pertama terjun ke dalam tiga dunia bisnis, nulis dan kuis ini tidak pernah kulupa. Banyak sekali suka dan duka di dalamnya. Sungguh senang bertemu dengan teman-teman dumay yang sangat luar biasa saling menguatkan dan tepuk pundak untuk menyemangati :')

Oleh karena itu, aku ingin berbagi sedikit yang kupunya dan kuperoleh dari hasil nulis,bisnis dan hadiah kuis. Karena hadiahnya hanya ada 9 sementara temanku ada banyak, maka cukup adil ya bila aku adain kuis kecil-kecilan. Kuis ini ku beri nama kuis gemes karena kuisnya memberi poin GEMES pada foto keponakanku yang sedang ikut lomba di Sejuta Anak Refanes. Kuis berlangsung mulai sekarang sampai dengan tanggal 1 Juli 2013.

Nah aturan kuisnya sebagai berikut :
1. Like fanpage online shopku ya di Gerai Dhanays

2. Kasih poin GEMES pada foto ponakanku yang bernama Ajeng Wulan Ramadani. setelah klik nama itu kemudian klik tombol biru LOG IN yang ada di sudut kiri bawah. Kalau sudah terhubung dengan facebook kemudian beri poin gemes dengan klik tombol merah panjang yang ada dibawah kolom komentar. dengan gambar seperti ini.


Setelah klik tombal tersebut pastikan poin gemes bertambah.

3. Jika sudah like FP Gerai Dhanays dan memberi poin gemes, kemudian komen di bawah info ini dengan format :

Like FP Gerai Dhanays --> sudah
Kasih poin gemes --> sudah dan tuliskan angka ke berapa anda memberikan poin gemes ( sudah gemes ke 3)

4. Akan diambil 9 pemenang berdasarkan undian, jadi nama Anda yang sudah masuk di komen sini dengan format benar akan masuk dalam daftar undian.

5. Hadiah sebagai berikut

Tas laptop merk tracker, bisa buat tempat laptop ukuran 12" sampai 14". Bisa jadi tas punggung dan ada tali slempang. insya Allah keren deh hehe.. Ini nih penampakannya
 
 
 
Hadiah kedua kaos kreasi flanel untuk keluarga ( bapak, ibu dan 1 anak) jadi dapat 3pc kaos ya dan warna putih. Tidak ada pilihan warna lainnya. Ini contoh foto kaosnya ya...tapi bukan ini lho
 
 
 
Hadiah ke tiga dan ke empat adalah voucher belanja di OSku gerai dhanays masing-masing Rp. 50.000,00 dan hanya bisa dibelanjakan untuk semua produk kreasi flanel ya :)
 
***untuk hadiah tas, kaos dan hasil belanjaan dengan voucher gerai dhanays ongkir di tanggung pemenang ya...
 
 
Kemudian 5 hadiah berikutnya adalah buku RAINBOW untuk lima pemenang masing-masing 1 eks buku Rainbow bebas ongkir.
 
 
 



"Dua puluh orang penulis, dari berbagai tempat di Indonesia, berkolaborasi apik dalam sebuah buku : Rainbow"

" Rainbow, berisi dua puluh Flash Fiction dengan ending yang tak terduga. Antologi karya fiksi yang sangat singkat. Mengajak pembaca menyelesaikan cerita jauh dari perkiraan. Dengan kisaran kata yang terbilang ringkas, antara 450 hingga 750 kata"

Kisah-kisah yang sederhana namun sering menyesatkan. Lantas menawarkan akhir yang tak terduga. Memaksa pembaca tak bisa melepas  Rainbow, hingga seluruh cerita habis dilumat. Terpana dan berkomentar, "Gile, gak nyangka!""
 
 
Satu hal lagi, dengan mendapatkan buku ini, berarti teman-teman berhak untuk mengikuti proyek penulisan FF yang kedua dari penerbit Rinra. Berikut TC nya :
 
 
Dicari : 20 Naskah Flash Fiction Untuk Dibukukan!

Syarat-syarat pengiriman naskah sebagai berikut :

 1. Tema FF (pilih salah satu) : cinta, perjuangan hidup atau misteri/horor;

2. Boleh kisah nyata sendiri, terinspirasi dari kisah nyata teman, atau murni fiktif (rekaan);

3. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang benar dan komunikatif;

4. Naskah yang diikutkan karya asli (bukan jiplakan, terjemahan atau saduran), belum pernah dipublikasi dalam bentuk apa pun dan tidak sedang disertakan lomba serupa;

5. Naskah ditulis dalam format word;

6. Panjang FF 450 hingga 750 kata;

7. Twist ending (akhir yang mengejutkan);

8. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 naskah;

9. Cerpen dikirimkan dalam "lampiran" berupa file WORD, jadi bukan di badan email. Biarkan badan email tetap kosong;

10. Email diberi judul Namama spasi judul Flash Fiction misalnya: "Alexandra spasi Dirimu Di mana?".

11. Kirimkan naskah Anda ke email : rinra.publishing@gmail.com

12. Naskah dikirim bersama surat pernyataan keaslian naskah, identitas KTP/Kartu Pelajar/Paspor/SIM/Kartu Keluarga (Pilih salah satu), foto diri pose bebas, profil singkat, beserta no HP dan alamat lengkap.

13. Memiliki buku Rainbow : 20 FF Twist Ending, terbitan Rinra Publishing

Info Pemesanan Rainbow

Segera rilis, Rainbow ; 20 FF Twist Ending!

Rainbow, antologi Flash Fiction yang unik. Singkat. Mengejutkan. Kisah-kisahnya sederhana. Namun, anda harus menuntaskannya untuk bisa tahu akhirnya.
Pre-Order Rainbow , dengan Special Price Rp. Rp. 38.511 free ongkir ke seluruh Indonesia.

Untuk pemesanan, sebagai berikut :

• Transfer ke : Mandiri, no.rek : 1360011146286 a/n : Sugiyanti

• SMS Konfrimasi transfer ke : 085640401991 dengan menuliskan alamat dan kode transfer 38.511

• Nama lengkap, Alamat pengiriman buku, No telp yang bisa dihubungi, no bukti transfer ke rekening
20 Penulis yang karyanya dibukukan, akan mendapatkan royalti bersama : 40%.

• Naskah diterima paling lambat 6 Agustus 2013. Namun naskah yang dikirim lebih cepat, lebih disukai.



Nah...cukup jelas kan, jadi kuisnya hanya like FP GERAI DHANAYS dan kasih POIN GEMES. Yuk jangan lupa ikutan ya...

**Sedikit tambahan bila telah share info ini (mengajak teman utk ikutan) di jejaringan bisa FB, twitter atau blog dll. Silahkan tulis juga di komentar kalau sudah share via apa dan teman-teman berhak mendapat 2 peluang undian (jadi namanya di update peserta nanti diikutkan 2 ya...)

Kamis, 02 Mei 2013

Aku



Aku adalah rindu yang gigil
dan terus merinduimu, tetapi tuanku mengingkarinya
Aku adalah cinta yang suci tulus murni dan sempurna
tetapi tuanku tidak mau mengakuinya
Aku adalah peri pemaaf
yang selalu memberikan maaf sebelum kau meminta maaf atas salahmu
lagi-lagi tuanku tidak mau berdamai denganku
Aku adalah asih yang ingin mengasihimu setiap saat
Aku adalah merpati putih yang akan setia padamu sepanjang hayat
Kami adalah rindu, cinta, maaf, asih dan merpati putih yang bertuan sadis dan jahat
Tolong-tolonglah kami dari belenggu jeruji yang memenjarakan kami
Kami ingin bebas dan melakukan yang terbaik, bukan atas titah tuanku yang tidak baik

Rabu, 03 April 2013

Cinta dalam Diam

Alhamdulillah telah terbit antologiku yang ke-6
Spesifikasi buku sebagai berikut :

Judul : Antara Aku dan Dia
Pengarang : Muhammad Dede Firman – Nira Kunea, dkk
Ukuran : 14 cm x 20 cm
Tebal : vi + 166 hlm
Harga : 40.000
 
SINOPSIS :


 Nea
Ya. Aku menyukainya. Lelaki yang bernama Andy itu. Bukan karena dia tampan, ataupun kaya, tetapi lebih kepada chemistry yang aku rasakan ketika aku berada di dekatnya. Seharusnya, dia tahu kalau aku menyukainya.
Lewat pertanda yang kuberikan padanya.
Caraku menatapnya. Caraku berbicara padanya.
Memang, aku sering bersikap lain kepada orang yang aku suka. Bukan jaim, tapi sepertinya memang lebih kepada salting. Jantungku bisa tiba-tiba berdebar keras sekali saat berada di sampingnya. Ada rasa yang bergelenyar hangat di dalam hati. Rasa yang membuatku nyaman.
Namun, ada satu hal yang belakangan baru aku sadari. Dia ternyata masih memanggilku kakak.

 ***

 Andy
Kakak.
Entah mengapa, ada yang sedikit janggal dengan kata itu. Mungkin, aku menganggapnya begitu karena aku terlalu ingin menambahkan embel-embel ‘sayang’ di belakangnya.
Kakakku sayang.
Ah, seandainya itu bisa jadi nyata. Aku tidak tahu apakah dia juga suka padaku atau tidak. Memang, sebagai seorang laki-laki, aku terlalu pengecut untuk menyatakan cinta terlebih dahulu.
Aku takut kalau dia tidak menerimaku.
Sebagai seorang laki-laki, aku tergolong orang yang sulit untuk memberi pertanda kalau aku suka padanya. Selama ini, aku hanya bisa tersenyum saat bertemu dengannya. Merasakan nikmatnya debaran di jantungku saat aku bersamanya.
Mengiriminya pesan.
Memberinya perhatian ….
Tapi, apakah itu sudah cukup untuk memberinya pertanda, kalau aku suka dengannya?


Bagaimana kalau sebuah cerpen ditulis oleh dua orang? Sulit gak sih? Bagaimana hasilnya? Baca buku ini dan lihat karya-karya mereka.

 
 
Cinta Diam
By : Danang Kurniawan & Zulzilah Arth 
SLTP N 6 SEMARANG, disinilah pertama kali aku melihatnya dalam satu kelas yang sama yaitu 1F, kira-kira tahun 1994. Dari segi prestasi memang aku bisa dibilang lumayan cerdas, buktinya meskipun aku berasal dari SD di kampung (Solo, Sukoharjo) aku bisa masuk di SLTP N 6, salah satu SLTP favorite di Semarang. Dia biasa dipanggil  Danang, dia tergolong siswa pandai, selalu mendapat peringkat pertama selama 6 tahun duduk dibangku SD. Sedikit kontras denganku, yang hanya berjuang dengan nilai rata-rata kelas saja.
Kehadirannya mampu mengusik hatiku, rambutnya yang tebal dan indah, yah..aku benar-benar terpesona dengan rambutnya yang anggun melindungi otak cerdasnya, itulah awal aku naksir dia. Inilah cinta pertamaku, muncul dibangku SLTP kelas satu. Dia suka duduk di baris kedua dari depan, mudah saja bagiku untuk memilih tempat agak lebih dibelakangnya, supaya aku bebas mencuri pandang tanpa sepengetahuannya. Aku, mulai menjadi pengagum setianya. Aku, ingin selalu bisa di dekatnya.
Sejak saat itu aku bagaikan detektif yang sedang memata-matai mangsa. Aku selalu ingin tahu apa saja yang dia kerjakan di sekolah seperti, kegiatan ekskul apa saja yang dia ikuti. Bahkan aku beranikan diri bertanya pada guru olahragaku yang terkenal killer, apalagi terhadap murid yang kurang pandai berolahraga seperti aku, demi mencari informasi ini. Segala hal tentangnya menjadi penting bagiku. Warna favoritenya, yang belakangan aku tahu ‘ungu’, warna yang kurang lazim disukai oleh cowok menurutku, hobbynya, yang ternyata membaca komik seperti adikku yang paling kecil, jadwal dia datang dan pulang sekolah sudah kuhafal. Pokoknya semua tentang dia harus kuketahui. Kenapa harus begitu? Karena aku cinta. Dan cinta itu mulai bersemi dihatiku, tanpa sepengetahuannya. Aku sudah berhasil mendapatkan nomor telepon rumahnya tapi aku tidak berani untuk menghubungi, meskipun sudah berdiri di depan telepon umum koin waktu menelpon teman-teman, giliran menekan nomor teleponnya begitu berat mengerakkan jari-jari ini, seperti mati rasa saja. Beku.
Aku benar-benar terpesona olehnya. Aku suka cara dia mengangkat tangan sebelum menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru biologiku. Entah hanya perasaanku saja atau gayanya memang elegan, ibarat sniper dia seperti sedang mengokang senapan siap menghabisi lawannya. Aku kagum cara dia menjawab pertanyaan, ekspresinya tenang dan santai namun bisa menjawab dengan benar. Aku senang memperhatikan cara dia mengerjakan soal-soal matematika dipapan tulis. Tiap maju untuk menjawab soal di papan tulis dia tidak berbekal catatan apapun seolah-olah dia terlahir untuk menjawab soal itu, dengan tangan kiri disaku celananya adalah khas gayanya yang sering membuatku tersenyum.   Aku suka cara dia mengejar bola basket, dribble, seolah-olah bola itu ibarat bagian dari tangannya, begitu lekat sehingga begitu sulit bagi lawan untuk merebutnya dan kemudian dengan mudahnya dia berhasil  memasukkan bola itu kedalam ring basket karena posturnya yang cukup tinggi, 182cm. Akibat hobby basketnya itu beberapa kali kacamata minusnya pecah kena bola atau mungkin terjatuh saat bertabrakan dengan lawan, memang meski tinggi dia termasuk kurus dibandingkan semua lawannya yang tegap dan besar.
Meskipun aku tidak suka basket, karena ada dia, aku jadi suka memperhatikan anak-anak ekskul basket karena ingin melihat dia tanding atau sekedar latihan. Aku sendiri memilih paskibra yang kebetulan jadwalnya bareng sama basket. Setiap selesai latihan paskibra kadang aku sengaja pura-pura berlama-lama dilapangan agar terus bisa melihatnya entah sekedar membetulkan tali sepatu, membereskan peralatan atau apa sajalah asal bisa memandangnya lebih lama, asal bisa di dekatnya lebih lama. Dari sinilah aku tahu kalau dia selalu pulang paling terakhir untuk berlatih sendiri. Ini moment terbaik yang selalu kutunggu, hanya ada dia, aku dan bola basket dilapangan luas menjelang sunset. Itulah kebersamaan kami.
Kuperhatikan semuanya tak luput sedikitpun dari pengawasanku. Dan hasilnya aku makin jatuh cinta saja sama dia si empunya pemilik rambut bagus, kulit putih, hidung mancung, mata sipit, bibir tebal seksi dan otaknya yang cemerlang. Mungkin ini yang  membuat dia makin banyak ‘penggemar’, makin bikin aku cemburu, makin membuatku mengubur lebih dalam cintaku. Aku sadar, aku bukan satu-satunya penikmatnya. Aku cukup tahu diri. Aku tetap diam dalam cinta dan cemburu ini. Biarlah kusimpan sendiri sambil berharap suatu saat benang waktu yang akan menterjemahkannya. Sekarang, cintaku cukuplah kubungkus dalam diam kuikat dengan pita doa. Hanya aku, Tuhan dan tinta pena dalam diaryku saja yang tahu. Aku diam dalam sadarku, aku hanyalah salah satu dari puluhan pungguk yang merindukan cahaya rembulan dari dia.
◦○◌☼◌○◦
“Mamaaah...!! Sini Mah, coba lihat...!!,” sebuah teriakan gadis muda membuyarkan kenanganku. Segera kurapikan peralatan makan yang sedang kusiapkan, masih dengan sedikit senyum. Ah..masih saja aku teringat hal itu. Bergegas aku menuju asal suara itu.
Dari sela-sela jendela depan, kulihat ada sesosok bidadari kecil. Sambil perlahan kunikmati wajahnya. Cantik. Aku tertegun di pintu rumahku, terkesiap. Bayangan cinta diam yang telah lama kubungkus itu terkuak kembali. Paras wajahnya, agak kabur, tapi aku yakin itu pasti dia. Jantungku bergetar.
“Mamah, ayo Mah. Lihat itu Mah...!,” kembali suara itu menyeruak. Semakin mengaburkan bayangnya, beralih menjadi halaman depan rumahku. Kulihat bidadari kecil itu masih berada di tempatnya. Wajahnya riang. Seriang melati di tetes hujan pertama kali. Sesekali meloncat-loncat kecil kegirangan.
Aku merasa tanganku terseret, sedikit terhuyung. Ada yang menarikku. Satu lagi bidadari menggamit tanganku. Setengah berlari menarikku. Aku berhasil menjaga keseimbanganku. Kuputuskan untuk mengikuti saja kemauannya. Pelan kuikuti kemana tarikan itu membawaku. Di belakang kudengar langkah-langkah kecil. Ternyata bidadari kecil yang pertama setengah berlari mengikutiku. Seperti memastikan agar aku tidak berusaha melarikan diri, “Apa mau dua makhluk ayu ini?,” pikirku. Mereka membawaku ke samping rumahku. Langkah kami pelan-pelan terhenti. Tanganku sudah dilepaskan, tapi aku tak hendak melangkah pergi. Entah kenapa, aku ingin tahu alasan mereka membawaku kesini. Aku penasaran, apa yang berani membuyarkan kenanganku. Kulihat mereka celingukan. Seperti ada yang hilang. Aku masih belum hendak untuk beranjak.
Sesaat kemudian semuanya gelap. Ada yang menyergapku dari belakang. Aku bisa merasakan makhluk ini jauh lebih besar dari dua bidadari itu. Sekilas kudengar tawa kecil mereka. Setengah tertahan. “Jebakan.!!” Aku benar-benar tak menyangka. Kucoba untuk berontak, tapi terlambat, satu tangannya berhasil mengunci pergerakan kedua lenganku. Akhirnya aku hanya bisa pasrah. Kini aku dipaksa mengikutinya, aku berjalan mundur, kebalikan dari datangku tadi. Aku merasa dibawa masuk ke suatu bangunan, aku tahu ini karena sengatan panas matahari tidak kurasakan lagi di kulitku. Perlahan, kurasakan tanganku mulai bisa bergerak. Lengannya mengendur. Siluet-siluet cahaya berebutan masuk ke kelopak mataku. Kukerjap-kerjapkan mataku. Dia melepaskan tangannya dari wajahku. Sekilas, kulihat ada yang menarik perhatianku di telapak tangan itu. “Cincin pernikahanku!!” Aku yakin itu. Darimana dia mendapatkannya, heranku. Kuraba jari manis tangan kananku, masih ada. Kelegaan mulai menghampiri batinku. Ditambah telah bebas dari gelap, makin meningkat keberanianku. Masih kudengar tawa bidadari-bidadari kecil itu. Awas pikirku, kalian yang menjebakku. Tapi kutahan dulu niatku. Mudah saja mengurus mereka nanti. Aku mulai memikirkan apa yang harus kuperbuat dengan sosok yang menyergapku. Kurasakan dia masih berdiri diam di belakangku. Akhirnya nekat, kupaksakan diriku untuk berbalik.
“Wajah itu...!!, bukan...ini bukan bayangan ini. Ini lebih jelas. Ini nyata..!!,” Otakku berputar, jantungku berdegup kencang. Dia harusnya tidak berada di sini. Tidak mungkin.
Perlahan dia mendekatiku sambil angkat bicara, “Selamat Ulang Tahun, Cin...,” kecupannya mendarat di keningku. Kecupan yang hangat dan berat. Kecupan yang benar-benar membawa seluruh kesadaranku kembali. Lututku melemas, semua hal ini terlalu bertubi-tubi. Tapi aku tidak terjatuh, tangan yang tadinya menyergapku, kini tangan ini yang membantuku. Perlahan mendudukkanku. Tangan itu, tangannya..!! jadi... keterkejutanku hanya dibalas senyuman olehnya. Senyumannya yang membawaku kembali ke dunia nyata. Aku yakin aku sudah membungkus cinta diam ku. Rapi, sangat rapi. Kecupan itu, senyuman itu...bukan...itu bukan cinta diamku. Itu cinta sejatiku. Kubalas senyumannya. Belum sempat kubalas kecupnya, dua bidadari kecil tadi sudah memburuku dengan kecupan di masing-masing pipiku. “Selamat Ulang Tahun Mamah...” kupandang ke kiri dan kanan. Kualihkan pandanganku kembali ke depan. Kali ini aku tahu apa yang harus kulakukan untuk membalas perbuatannya tadi. Aku juga yakin pasti dia otak dari semua kejadian ini. Dia selalu menggunakan kecerdasannya untuk mengejutkanku. Kujulurkan kedua lenganku memeluknya. Kubelai rambut hitamnya, yang selalu membuatku kagum dengan keindahannya Kukecup pipinya. Sebagai ucapan terima kasihku. Aku tahu itu belum cukup, tapi aku yakin dia cukup paham bahwa aku benar-benar bahagia.
Dia memang cinta sejatiku. Bukan cinta diamku. Ungu bukan warna favoritnya, tapi itu warna favorit kami. Aku tak perlu menghafal lagi kapan dia berangkat dan pulang, karena pasti aku yang kini mengantar dan menyongsongnya. Dia bukan orang yang aku tak punya keberanian untuk menelpon dulu, tapi dia orang yang tidak membiarkanku menelponnya. Ya, karena dia selalu mendahuluiku. Dia bukan pemain basket yang gesit, tapi dia cukup gesit untuk seringkali membuatku terkejut. Bahagia. Dia bukan cinta diamku. Cinta diamku masih terbungkus rapi. Hanya saja, pita doa itu sudah tidak berada di tempatnya lagi. Tuhan mengabulkan doaku. Menjadikanku selalu dekat dengannya, menjadikannya suamiku. Plus, mungkin sebagai bonus atas kesabaranku menunggu selama hampir sepuluh tahun, Tuhan juga memberiku dua bidadari kecil, putri-putriku. Cinta diamku, tetaplah cinta diam. Sekarang, aku sudah cukup dengan cinta sejatiku saja.
 



Cinta Hitam Putih

Alhamdulillah telah terbit buku antologiku ke - 2 **cerpennya nyusul ya, belum berhasil di download.

kalau mau pesen bukunya masih ada kok, ini cover
bukunya :)

Selasa, 02 April 2013

Lomba Blog Semi SEO

 
 
Yuk Teman-teman, ikut juga lomba blog yang satu ini ya..
Lomba blog semi SEO. Mengangkat 2 tema sebagai berikut :
 
1. Sensasi Makan dengan rendang padang "Restu Mande"
2. Rendang Masakan lezat No. 1 di Dunia


Waktu : 22 Maret - 22 April 2013 Sebelum pukul 23.59 WIB
 
Juri : Lygia Nostalina dan Bang Aswi
 
Pemenang akan diumumkan pada hari Senin, 29 April 2013
 
Hadiah :
 
1. Pemenang Utama :
a. Juara I : Rp. 1.000.000,00 dan 2 PRK
b. Juara II : Rp. 750.000,00 dan 2 PRK
c. Juara III : Rp. 500.000 dan 2 PRK
 
2. Pemenang Favorite Mendapatkan 5 PRK
Pemenang Favorite di nilai berdasarkan jumlah share tulisan terbanyak di jejaringan sosial yang di lihat pada blognya masing-masing.
 
3. Lima pemenang hiburan mendapatkan 1 PRK (untuk tulisan terbaik)
 
*) PRK = Pak Rendang Kemasan
 
 
 
 
 




Rendang Padang "Restu Mande"
 
Tanpa MSG dan tanpa pengawet apapun. Dimasak selama 10 jam nonstop dan dikemas hampa udara sehingga mampu bertahan satu tahun penuh. Siap makan tanpa perlu dimasak ulang. Cocok untuk oleh-oleh, hadiah atau bekal kemanapun
 
 
Tersedia berbagai rasa :

 1. Rendang Daging 300gr ORI Rp.67.000,00
2. Rendang Daging 300gr HOT Rp. 69.000,00
3. 300gr Rendang Ayam ORI Rp. 50.000,00
 
 
4. 300gr Rendang Ayam HOT Rp. 52.000,00


 
 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
Sumber  : Gerai Dhanays
 
Yang berminat silahkan sms kesini ya : 085640401991

Minggu, 31 Maret 2013

Aku, Ibu dan Lelakiku


Ibu...cintamu suci seputih salju
Kasih dan sayangmu begitu tulus
Hangat pelukanmu bagaikan fajar menyapa bumi
Tutur katamu semerdu nyanyian burung nuri
Nasihatmu laksana embun di kemarau panjang hatiku
Kesetiaanmu padaNya dan keluarga memenjarakan ciintaku
Bagaimana aku tidak jatuh cinta 9 kali, atau mungkin 99 kali
Dan kamu lelakiku
Rambut indah yang membungkus otak cerdasmu
Lengan kekar yang siap sedia skupinjam untuk bersandar
Humormu begitu renyah, romantismu meluluhkan jiwa
Iman dan hartamu memaksaku menjadi penghuni hatimu
Dan kini...
Aku milikmu, pelengkap tulang rusuk itu
Aku adalah istri dan ibu dari anak-anakmu
Aku adalah penjaga hati dan harta-hartamu
Kamu ragu, kenapa kamu cemburu kepada ibu
Tak bolehkah aku menyayangi ibuku seperti dulu
Ya...seperti dulu, sebelum kamu datang meminangku

Wahai cupidku arahkan anak panahmu hanya pada hati lelakiku
Jangan berbelok dan salah arah, bunuh semua iri dan cemburu
Biarkan aku, ibu dan lelakiku bebas dari kutukan cinta bebal ini
 
***
Alhamdulillah telah terbit antologiku ke-1
Terselip puisiku diatas dalam buku antologi puisi dengan judul "Kumpulan Puisi Berbagi Kasih"

 

Minggu, 24 Maret 2013

Hari Kotor


Putri sulung saya Aisha, sejak bayi sudah kelihatan kalau dia suka dengan kebersihan. Hal ini nampak ketika dia sedang pup atau popoknya basah akan selalu menangis bila tidak segera saya ganti. Dan ini terbawa hingga dia besar. Di dalam rumahpun selalu memakai alas kaki, sampai umurnya sudah 1,5 tahun dia belum bisa berjalan saya sangat sedih. Berbagai terapi kami jalani seperti mengajaknya berjalan atau “tatah” diatas rumput berembun atau bebatuan. Namun Aisha selalu menangis karena merasa risih kakinya kotor.

Kami tidak mudah putus asa selalu mencoba dan menstimulasinya. Dan bersyukur genap diusianya 20 bulan dia bisa berjalan. Waktu berumur 2 tahun kami memasukkan Aisha ke sebuah Playgroup. Dan masih seperti dulu waktu out bound seperti bermain pasir, menanam padi, menangkap ikan di tambak. Aisha hanya diam dan sukses mematung sebagai penonton saja, bahkan semua guru sudah berusaha membujuknya untuk turut terjun dalam kegiatan tersebut, namun Aisha tetap saja kurang tertarik.

Saat pillow talk bersama suami, kami membahas hal ini. Dan muncul ide cemerlang dari suami untuk menstimulasi sendiri dirumah. Yaitu dengan cara membiasakan Aisha memberi mainan-mainan kotor yang aman. Seperti tepung terigu, ampas kelapa yang diberi pewarna makanan bermacam-macam. Saya mengajaknya untuk turut mengaduk-aduk dan meremas-remas menggunakan tangannya. Awalnya dia juga tidak tertarik, hanya melihat dan mengengam tangannya. Saya tetap asyik dengan tepung terigu warna-warni dicampur dengan air. Sedikit demi sedikit akhirnya dia mulai menyentuhnya, meskipun sekedar menusuk-nusukan jari telujuknya keadonan tepung dan ampas.

Sejak saat itu, saya membuat jadwal bermain dengan hal-hal kotor minimal seminggu sekali. Saya menamainya “Hari Kotor”. Untuk mengihindari kebosanan, obyeknya selalu saya bedakan setiap minggunya. Misalkan minggu ini dengan obyek tanah liat maka minggu selanjutnya pasir atau lumpur begitu seterusnya.

Jika sedang menggunakan obyek tanah liat biasanya kami bermain aneka bentuk dan hurung atau angka yang kami bentuk dari pilinan tanah liat seperti lilin warna. Karena lilin warna sudah sering di gunakan di sekolahnya, maka saya menggunkan tanah liat di rumah supaya Aisha merasa tertarik dengan hal baru yang dia lihat.

Kegiatan memilin-milin tanah liat ini sangat bagus untuk motorik halusnya sehingga memudahkan mengajarkan belajar nulis, jika bosan kadang saya selingi dengan mengunting kertas aneka warna.

Pasir yang saya beli di toko bangunan, saya campur dengan sedikit air sehingga agak basah. Mudah bagi Aisha untuk mencetak pasir tersebut dengan aneka cetakan seperti kepiting, bintang laut, kerang dan aneka binatang air lainnya. Hal ini sambari mengenalkan nama-nama benda yang ada di pantai, binatang air dan lain-lain.

Kadang ampas kelapa yang sudah saya beri warna-warni, saya jemur dan setelah kering saya gunakan untuk kreasi mozaik. Hal ini melatih ketekunan karena menyusun ampas di atas media kertas atau kaca dengan lem itu tidak mudah dan butuh kesabaran ekstra bagi anak seusian Aisha yang mana waktu konsentrasinya belum bisa bertahan lama.

Memang semua butuh proses, lambat laun akhirnya Aisha begitu menyukai hari kotor ini. Kalau dulu saya melindungi bajunya dengan celemek dan dia nurut saja, sekarang tidak mau pakai celemek. Mungkin dia merasa tidak bebas bergerak.

Mengingat sebuah penelitian, anak jadi mudah menyerap ilmu dimasa balitanya dan disampaikan dengan cara menyenangkan, maka saya tidak menyiayiakan kesempatan ini. Diusianya golden age dengan sarana bermain kotor, saya selalu menyematkan nilai-nilai pendidikan seperti pengenalan warna, bentuk, huruf, angka dengan cara membuat aneka bentuk dengan tanah liat yang saya beli dari toko kesenian atau kadang lilin warna.

Kegiatan ini kadang saya selingi dengan menyanyi dan tebak-tebakan sehingga Aisha tidak mudah bosan. Dan sebisa mungkin saya mengajaknya berhenti bermain sebelum dia merasa bosan. Jadi permaian hari kotor ini tetap menjadi permaian favoritnya.

Aisha sangat menyukainya, sehingga dia juga tidak merasa kalau sebenarnya sedang belajar. Dan hasilnya sungguh luar biasa, diusianya belum genap 5 tahun, dia sudah lancar calistung. (membaca, menulis dan berhitung). Sekarang usianya sudah 6 tahun dan mulai suka menulis cerita. Hal ini saya perhatikan ketika dia selesai menggambar dan mewarnai selalau di balik kertas gambarnya ada beberapa kalimat yang membentuk paragraf menjadi sebuah cerita berisi tentang gambarnya.

Biasanya jika sudah selesai dia minta bintang kepada saya dan minta hasil karyanya itu di foto. Alhamdulillah Aisha putriku menjadi siswa terbaik di sekolahnya. Tidak jarang menjuarai event lomba mewarnai saat mewakili sekolahnya.

 Kemudian metode inipun saya terapkan kepada Keisha adiknya. Ternyata Keisha mempunyai karakter berbeda banget denga kakaknya Aisha. Kalau kakaknya takut dan jijik dengan hal-hal kotor, Keisha tidak sama sekali. Dia sangat berantusias menyambut hari kotor. Tidak perlu stimulasi lagi untuk mengajak dia terjun dalam permainan kotor seperti Aisha dulu.

Dan sekarang sang kakak sudah pintar menjadi guru bagi sang adik, dengan menirukan gaya bicara saya dia juga tidak pernah berhenti sambil mengenalkan semua hal baru kepada adikknya.

Seperti difoto ini, Aisha sedang mengenalkan warna merah, hijau dan konsep kanan, kiri dengan cara menjiplakkan kakinya kedinding setelah dicelupkan dalam piring dengan pewarna makanan. Sesekali mereka bernyanyi sambil tertawa riang. Mereka berdua nampak asyik menikmati cara belajar sambil bermain seperti ini.

Harapan saya mudah-mudahan Keisha bisa mengikuti jejak kakaknya, lancar calistung juga dengan metode ini. Mereka berdua selalu berteriak riang saat saya menyerukan

"Saatnya hari kotorrrr...!" dan langsung disambut dengan kata

"Horeee....!" oleh mereka berdua.

Saya sangat senang dengan temuan ide suami yang begitu brilian ini. Tumbuhlah besar putri-putriku, jangan pernah takut noda lagi untuk bereksplorasi diduniamu. Mama dan Ayah selalu ada buat kalian. Cinta dan doa kami tak kan pernah terputus buat Aisha dan Keisha. Terimkasih ya Robb...telah Kamu percayakan kami untuk menjaga amanahMu ini.

Bimbinglah kami selalu di jalanMu dalam mengasuh dan mendidik mereka. Berilah kami selalu kesabaran yang tak terbatas untuk menghadapi keaktifan mereka. Aamiin.